Apa yang ada di benak Anda ketika lawan bicara dalam chatting membalas gurauan dengan kalimat, “Jangan begitu, dong”. Marah, tersenyum simpul atau mungkin malahan tengah tertawa terbahak-bahak membaca tulisan Anda?
Dalam sebuah komunikasi berbasis komputer yang “dingin”, sebuah kalimat dapat diartikan bermacam-macam. Maklumlah, komunikasi didominasi penggunaan teks minus bahasa non-verbal dan tanpa ekspresi.
Namun sejak dua dasawarsa lalu, kesalahpamahan akibat komunikasi semacam ini perlahan dapat dihilangkan dengan digunakannya ekspresi pengganti yang populer dengan sebutan “smiley”.
Pada 19 September 1982, Scott Fahlman, seorang peneliti yang bekerja pada IBM Corp mulai mengetikkan simbol “:-)” dalam sebuah pesan di internet. Tiga karakter yang diketikkan pakar jaringan neural itu memulai babak baru berkomunikasi di internet. Sejak saat itu, para pengguna internet dapat tersenyum, cemberut, tertawa atau menangis di depan lawan bicaranya.
Smiley dengan cepat berkembang di kalangan pengguna internet. Simbol ini tidak memerlukan pemahaman bahasa tertentu dan dapat dimengerti secara universal. Cukup memiringkan kepala 90 derajat ke kiri dan terlihatlah muka tersenyum pada simbol “:-)”, muka yang tengah cemberut pada simbol “:-(” atau muka terkejut pada simbol “:-O”.
Saat ini smiley - yang juga populer dengan sebutan “emoticon” - telah berkembang menjadi ratusan, bahkan ribuan simbol. Namun banyak di antaranya yang tidak terlalu populer di kalangan pengguna internet. Namun pada dasarnya ada beberapa smiley dasar, di antaranya “:-)” untuk tersenyum, “;-)” untuk mengedip, “:-(“ untuk cemberut, “:-I” untuk senyum datar, “:->” untuk senyuman mengejek, “:-))” untuk tertawa, “:-((” untuk menangis, “:~(” untuk meneteskan air mata dan ”>:->” untuk simbol kelakuan setan.
Ribuan simbol-simbol lainnya dapat dilihat di beberapa situs internet yang khusus mengulas soal smiley seperti Emoticon.com, SmileyDictionary.com atau EmoticonRecordings.com.
Pada pertengahan dasawarsa 1980, seorang Jepang bernama Yukihiro Furuse memperkenalkan smiley model baru. Berbeda dengan smiley buatan Fahlman, smiley
Senyum dalam smiley buatan Yukihiro, misalnya dilambangkan dengan “(^_^)”, sedangkan bahagia dilambangkan dengan “(^o^)”. Smiley Jepang juga bisa digunakan untuk membedakan jenis kelamin, semisal simbol “(^.^)” untuk menandakan senyuman seorang wanita.
Walaupun menurut penggemarnya, smiley ciptaan Yukihiro lebih mudah dikenali artinya, namun smiley ala Fahlman masih lebih banyak digunakan di dunia maya. Selama dua dasawarsa, smiley telah “menghangatkan” internet. Jadi jangan lupa untuk tetap tersenyum. :-) (^_^) (sgt)
No comments:
Post a Comment